IDENTIFIKASI DAN INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN KAWASAN GUNUNG BROMO-SEMERU DENGAN METODE GRAVITASI
IDENTIFICATION AND INTERPRETATION OF THE SUBSURFACE STRUCTURE OF THE BROMO-SEMERU MOUNTAIN AREA USING THE GRAVITY METHOD
Mineral pasir merupakan komoditas penting sektor konstruksi dan transportasi. Kelimpahan cadangan sumber daya pasir dan kerikil banyak ditemui sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di kaki gunung, terutama gunung api aktif. Gunung bromo-Semeru merupakan salah satu kawasan vulkanik aktif di Indonesia yang dikenal sebagai penghasil pasir berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasi struktur bawah permukaan Gunung Bromo-Semeru menggunakan metode gravitasi untuk memahami distribusi densitas batuan serta kaitannya dengan kualitas pasir vulkanik. Data penelitian diperoleh dari satelit TOPography EXperiment (TOPEX) yang bisa diakses dari laman http://topex.ucsd.edu/cgi-bin/get_data.cgi dengan keunggulan aksesibilitas tinggi dan bersifat non destruktif. Proses pengolahan data mencakup koreksi gravitasi (FAC, koreksi Bouguer and koreksi terrain) untuk menghasilkan data gravitasi terkoreksi ii dalam bentuk peta Complete Bouguer Anomaly (CBA). Peta CBA dipisahkan menjadi peta anomali regional dan lokal (residual) menggunakan metode moving avarage, kemudian dilakukan pemodelan inversi 3D dari peta anomali regional untuk menggambarkan 10 lapisan struktur bawah permukaan hingga kedalaman 3000 m. Hasil penelitian menunjukkan variasi densitas batuan antara 2,00 – 3,40 g/cm3, mencerminkan sebaran litologi dari material vulkanik lepas hingga batuan beku padat. Zona densitas rendah di sekitar Gunung Bromo menunjukkan keberdaan batuan berpori atau teralterasi, sedangkan zona densitas tinggi di sekitar Gunung Semeru diindikasikan sebagai batuan beku padat seperti andesit dan basalt. Pada kedalaman 1150 – 1960 m, ditemukan zona dengan potensi tinggi sebagai sumber batuan penyusun pasir vulkanik berkualitas. Temuan ini menunjukkan metode gravitasi efektif untuk memahami struktur bawah permukaan dan mendukung pemanfaatan sumber daya di wilayah vulkanik.
Kata Kunci: Gunung Bromo-Semeru, metode gravitasi, TOPEX, pasir
Sand minerals are an important commodity for the construction and transportation sectors. Abundant reserves of sand and gravel resources are found along watersheds at the foot of mountains, especially active volcanoes. Mount Bromo-Semeru is one of the active volcanic areas in Indonesia that is known as a producer of good quality sand. This study aims to identify and interpret the subsurface structure of Mount Bromo-Semeru using gravity methods to understand the distribution of rock density and its relation to the quality of volcanic sand. The research data was obtained from the TOPography EXperiment (TOPEX) satellite which can be accessed from the website http://topex.ucsd.edu/cgi-bin/get_data.cgi with the advantage of high accessibility and non-destructive nature. Data processing includes gravity correction (FAC, Bouguer correction and terrain correction) to produce corrected gravity data in the form of Complete Bouguer Anomaly (CBA) maps. The CBA map is separated into regional and local (residual) anomaly maps using the moving avarage method, then 3D inversion modeling of the regional anomaly map is carried out to describe 10 layers of subsurface structures to a depth of 3000 m. The results show variations in rock density between 2.00 – 3.40 g/cm3, reflecting the distribution of lithology from loose volcanic material to solid igneous rock. The low density zone around Mount Bromo indicates the presence of porous or altered rocks, while the high density zone around Mount Semeru is indicated as solid igneous rocks such as andesite and basalt. At a depth of 1150 – 1960 m, a zone with high potential as a source of quality volcanic sand is found. These findings show that gravity methods are effective for understanding subsurface structures and supporting resource utilization in volcanic areas.
Keywords: Mount Bromo-Semeru, gravity method, TOPEX, sand