The Implementation of Coaching and Mentoring in Academic Supervision as an Effort to Improve the Quality of Teacher Learning in Two Public Junior High Schools in Lembata Regency
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan kepala sekolah mengintegrasikan coaching dan mentoring dalam supervisi akademik, mendeskripsikan proses pelaksanaannya, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran guru di SMP Negeri 1 Nagawutung dan SMP Negeri Satap 92 Bean di Kabupaten Lembata. Latar belakang penelitian ini berasal dari adanya kesenjangan dalam pelaksanaan supervisi akademik, di mana banyak kepala sekolah tidak menerapkan supervisi yang efektif akibat berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu dan kurangnya pemahaman. Coaching dan mentoring, sebagai pendekatan kolaboratif dan pengembangan profesional, menawarkan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang proses implementasi, faktor-faktor pendukung keberhasilan, dan hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi coaching dan mentoring dapat meningkatkan keterampilan profesional guru, mendorong praktik reflektif, dan meningkatkan hasil belajar siswa. Faktor-faktor keberhasilan utama meliputi keterlibatan aktif kepala sekolah, dukungan yang disesuaikan untuk guru, dan keselarasan dengan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa coaching dan mentoring yang diintegrasikan secara sistematis ke dalam supervisi akademik dapat menjadi kerangka kerja yang kuat untuk pengembangan guru yang berkelanjutan dan peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan dan pendidik untuk mengadopsi model serupa di daerah terpencil dan dengan sumber daya terbatas.
This study aimed to analyze the reasons why school principals integrated coaching and mentoring into academic supervision, describe the implementation process, and identify the supporting factors that contributed to its success in improving the quality of teacher learning at SMP Negeri 1 Nagawutung and SMP Negeri Satap 92 Bean in Lembata Regency. The background of this study stemmed from a gap in the implementation of academic supervision, where many principals failed to apply effective supervision due to various challenges, such as time constraints and limited understanding. Coaching and mentoring, as collaborative and professional development approaches, offered promising solutions to address these issues. This research employed a qualitative method with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and document analysis to gain a comprehensive understanding of the implementation process, supporting factors, and achieved outcomes. The findings revealed that the integration of coaching and mentoring enhanced teachers’ professional skills, fostered reflective practices, and improved student learning outcomes. The key success factors included the active involvement of school principals, tailored support for teachers, and alignment with local cultural values. This study concluded that systematically integrating coaching and mentoring into academic supervision could serve as a strong framework for sustainable teacher development and educational quality improvement. It also provided practical recommendations for policymakers and educators to adopt similar models in remote and resource-limited areas.