Cerbung Wewadi Ing Gunung Cilik merupakan karya sastra yang menceritakan tentang kepercayaan terhadap mistis. Cerbung ini menggambarkan hidup masyarakat Jawa yang mempunyai pekerjaan sebagai dukun jatilan. Dukun jatilan merupakan salah satu pekerjaan masyarakat Jawa yang ada hubungannya dengan segalanya yang bersifat mistis. Mistis Jawa tidak bisa lepas dari kebiasaan masyarakat Jawa yang menghasilkan kebudayaan. Berdasarkan latarbelakang penelitian tersebut, penelitian ini akan membahas tentang (1) wujud ilmu gaib, (2) wujud bangsa alus, (3) wujud tirakat (4) wujud sesaji dalam cerbung. Penelitian ini mempunyai manfaat untuk mengembangkan pengetahuan ilmu sastra khususnya antropologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tata cara yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik kepustakaan. Sumber dhata utama penelitian ini adalah Cerbung Wewadi Ing Gunung Cilik karangan Sartono Kusumaningrat yang diterbitkan Majalah Jaya Baya tahun 2018 yang didukung dhata skunder dari koran, hasil penelitian, majalah, dsb. Teori yang digunakan untuk mengulas cerbung ini adalah teori perspektif antropologi sastra. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa kata-kata, kalimat, dan wacana yang ada dalam Cerbung Wewadi Ing Gunung Cilik.
Hasil penelitian ini bisa diambil kesimpulan empat hal yang sesuai dengan rumusan masalah (1) Wujud ilmu gaib dalam cerbung terbagi menjadi empat yaitu produktif, protektif, destruktif, dan petungan yang diwujudkan dalam penglarisan, pamuteran, usada, tuju, pengasihan, dan petungan, (2) Wujud makhluk halus dalam cerbung adalah lelembut, thuyul, dhemit, dan dhanyang. (3) Wujud tirakat dalam cerbung dilakukan di Pundhen dengan tujuan menentramkan hati, mencari ilmu gaib, dan berhubungan dengan roh leluhur,(4) Wujud sesaji dalam cerbung dilakukan sebagai wujud berhubungan dengan makhluk halus dengan keinginan selamat yang disuguhkan dengan upacara slametan. Keempat bagian tersebut sebagai wujud kepercayaan masyarakat terhadap mistis. Kepercayaan terhadap mistis dalam cerbung WIGC masih terjadi ditengah masyarakat Jawa sampai sekarang.
Kata kunci: Ilmu gaib, mistis, dukun, tirakat, bangsa alus, dan sesaji
Serialized stories Wewadi Ing Gunung Cilik is a literary work that explains about belief toward mysticism. These serialized stories describe the life of the Javanese people who have jobs as jatilan shaman. Jatilan shaman is one of Javanese people's jobs which has to do with anything mystical. Javanese mysticism cannot be separated from the habits of the Javanese people who produce cultures. Based on the background of the research, this study will discuss (1) the form of ilmu gaib, (2) the form of the bangsa alus, (3) the form of tirakat (4) the form of sesaji in this serialized stories. This research has the benefit of developing knowledge of literary science, especially literary anthropology. This study used descriptive qualitative method. The procedure used in this research is the library techniques. The main source of this research is serialized stories Wewadi Ing Gunung Cilik by Sartono Kusumaningrat published by Jaya Baya Magazine in 2018 and supported by secondary data from newspapers, research results, magazines, etc. The theory used to review these serialized stores is the perspective of literary anthropology. The data used in this study are in the form of words, sentences, and discourses in serialized stories Wewadi Ing Gunung Cilik. The results of this study can be concluded four things that are under the formulation of the problem (1) The form of ilmu gaib in the serialized stories is divided into four, that is productive, protective, destructive, and petungan which is manifested in penglarisan, pamuteran, usada, tuju, pengasihan, and petungan, (2) The forms of bangsa alus in serialized stories are lelembut, thuyul, dhemit, and dhanyang, (3) The form of tirakat in serialized stories are carried out in Pundhen to pacify the heart, searching supernatural knowledge, and related to ancestral spirits, (4) The form of sesaji in the serialized stories is implemented as a form of contact with spirits with the wish of survivors by slametan ceremony. The four parts are a form of public trust in mysticism. Belief in mysticism in the serialized stories WIGC still occurs in the Javanese society until now.
Keyword: Ilmu gaib, mistis, shaman, tirakat, bangsa alus, and sesaji