IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DANTRANSMIGRASI NOMOR PER.04/MEN/1980 TENTANG SYARAT-SYARAT PEMASANGAN DAN PEMELIHARAN ALAT PEMADAM API
RINGAN PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA SURABAYA
IMPLEMENTATION OF THE REGULATION OF THE MINISTER OF MANPOWER AND TRANSMIGRATION NUMBER PER.04/MEN/1980 CONCERNING THE TERMS AND CONDITIONS FOR THE INSTALLATION AND MAINTENANCE OF LIGHT FIRE EXTINGUISHER AT THE REGIONAL DISASTER MANAGEMENT AGENCY OF SURABAYA CITY
ABSTRAK
Implementasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.04/MEN/1980 Tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya
Nama : Koirul Amin Siswanto
NIM : 23040704440
Program Studi : S1 Ilmu Hukum
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Eny Sulistyowati, S.H., M.H
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.04/MEN/1980 Tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. Peraturan tersebut menetapkan standar teknis dan prosedural dalam pemasangan serta pemeliharaan APAR guna menjamin kesiapsiagaan dan keamanan kerja terhadap risiko kebakaran. Namun dalam implementasinya, BPBD Kota Surabaya menghadapi berbagai kendala yang mencakup keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya manusia yang terlatih, lemahnya sistem manajemen aset dan pemeliharaan, serta belum optimalnya koordinasi lintas instansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun BPBD telah berupaya mematuhi ketentuan regulasi, implementasi masih belum berjalan secara optimal. Beberapa APAR ditemukan tidak dalam kondisi laik fungsi, tidak dilakukan pemeliharaan berkala, dan dokumentasi inspeksi tidak tersedia secara sistematis. Faktor penghambat utama adalah minimnya sosialisasi dan pelatihan teknis terkait APAR, serta belum adanya SOP khusus yang merujuk langsung pada Permenakertrans tersebut. Dari temuan ini, disarankan perlunya peningkatan kapasitas teknis aparatur BPBD, penyusunan SOP internal berbasis regulasi nasional, serta alokasi anggaran khusus untuk perawatan preventif APAR. Dengan demikian, implementasi peraturan dapat berjalan lebih efektif dan mendukung upaya mitigasi kebakaran di lingkungan BPBD Kota Surabaya.
Kata kunci : Implementasi, APAR, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, BPBD
Kota Surabaya, PER.04/MEN/1980
ABSTRACT
Implementation of Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration Number PER.04/MEN/1980 Concerning Requirements for Installation and Maintenance of Light Fire Extinguishers at the Surabaya City Regional Disaster Management Agency
Name : Koirul Amin Siswanto
Study Program : S1 Law
Institution Name : Surabaya State University
Supervisor : Eny Sulistyowati, S.H., M.H
This study aims to analyze the Implementation of Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration Number PER.04/MEN/1980 Concerning Requirements for Installation and Maintenance of Light Fire Extinguishers (APAR) at the Surabaya City Regional Disaster Management Agency (BPBD).The regulation establishes technical and procedural standards in the installation and maintenance of APAR in order to ensure preparedness and work safety against fire risks. However, in its implementation, the Surabaya City BPBD faces various obstacles including budget constraints, lack of trained human resources, weak asset management and maintenance systems, and suboptimal cross-agency coordination. This study uses a qualitative approach with a case study method, through interviews, observations, and internal document reviews. The results of the study indicate that although BPBD has attempted to comply with regulatory provisions, implementation has not been running optimally. Several APARs were found to be not in a functional condition, periodic maintenance was not carried out, and inspection documentation was not systematically available. The main inhibiting factors are the lack of socialization and technical training related to APARs, as well as the absence of a special SOP that refers directly to the Permenakertrans. From these findings, it is recommended that there is a need to increase the technical capacity of BPBD personnel, prepare internal SOPs based on national regulations, and allocate a special budget for preventive maintenance of APARs. Thus, the implementation of regulations can run more effectively and support fire mitigation efforts in the BPBD environment of Surabaya City.
Keywords : Implementation, APAR, Occupational Safety and Health, BPBD
Surabaya City, PER.04/MEN/1980