Implementasi Pemberian Beasiswa Pemuda Tangguh Pemerintah Kota Surabaya di SMA Negeri 10 Surabaya
Implementation of the Resilient Youth Scholarship Program by the Surabaya City Government at SMA Negeri 10 Surabaya
Pendidikan merupakan faktor kunci dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, tantangan ekonomi kerap menjadi hambatan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan. Pemerintah Kota Surabaya merespon hal ini dengan program Beasiswa Pemuda Tangguh yang bertujuan untuk memberikan bantuan biaya pendidikan kepada siswa SMA sederajat dari keluarga kurang mampu.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemberian Beasiswa Pemuda Tangguh di SMA Negeri 10 Surabaya dengan menggunkan model implementasi kebijakan George C. Edward III, yang meliputi dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berjalan cukup baik dan memberikan dampak positif bagi siswa penerima, namun masih ditemukan kendala seperti keterlambatan pengumpulan laporan bulanan yang mempengaruhi pencairan dana, serta kurangnya pemerataan informasi terkait program beasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi implementasi program di masa mendatang.
Kata kunci : Beasiswa Pemuda Tangguh, implementasi kebijakan, pendidikan, SMA Negeri 10 Surabaya.
Education is a key factor in national development, particularly in creating high-quality human resources. However, economic challenges often become barriers for students to continue their education. In response, the Surabaya City Government launched the Resilient Youth Scholarship Program (Beasiswa Pemuda Tangguh), which aims to provide financial assistance to high school students from underprivileged families.
This study aims to analyze the implementation of the Resilient Youth Scholarship Program at SMA Negeri 10 Surabaya using George C. Edward III’s policy implementation model, which includes the dimensions of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation.
The results of the study show that the program has been implemented fairly well and has had a positive impact on the recipients. However, several challenges remain, such as delays in submitting monthly reports, which affect the disbursement of funds, and the lack of equitable dissemination of information regarding the scholarship program. This research is expected to serve as an evaluation and input for improving future program implementation.
Keywords: Resilient Youth Scholarship, policy implementation, education, SMA Negeri 10 Surabaya.