PENYIMPANGAN PRINSIP KERJA SAMA SEBAGAI PEMBENTUK HUMOR WEB SERIES IMPERFECT SEASON 2 EPISODE 1 ̶ 5
DEVIATION OF COOPERATIVE PRINCIPLE AS A HUMOR FORMATION IN THE WEB SERIES IMPERFECT SEASON 2 EPISODES 1-5
ABSTRAK
Nama : Dinda Ayuni Setiawan
NIM : 19020074125
Program Studi : S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas : Bahasa dan Seni
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Andik Yuliyanto, S. S, M.Si.
Tahun : 2023
Kata kunci : Pragmatik, prinsip kerja sama, web series imperfect season 2 episode 1 ̶ 5
Prinsip kerja sama dalam berkomunikasi sangat diperlukan untuk menciptakan percakapan yang kooperatif dan dapat diterima oleh berbagai pihak yang melakukan penuturan, terutama dalam web series atau serial web. Prinsip kerja sama sering kali kurang diperhatikan pada web series berbalut komedi dengan tujuan untuk menciptakan kesan humor sehingga dapat menimbulkan gelak tawa penonton. Penyimpangan dalam prinsip kerja sama pada web series “Imperfect Season 2 Episode 1 ̶ 5” ini menarik untuk diteliti karena pada web series tersebut para aktor sering kali menuturkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyimpangan prinsip kerja sama dalam web series “Imperfect Season 2 Episode 1 ̶ 5”. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan pada penlitian ini adalah tuturan para aktor yang menyimpang dari prinsip kerja sama yang terdiri dari empat maksim, yakni kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan mulai dari menyeleksi data yang diasumsikan sebagai tuturan yang menyimpang dari prinsip kerja sama. Kemudian data tersebut diklasifikasikan menurut penyimpangan dari keempat maksim.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah penyimpangan prinsip kerja sama dalam” Imperfect Season 2 Episode 1 ̶ 5” terdiri dari empat maksim, yakni maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Penyimpangan maksim kualitas menduduki urutan pertama dalam penemuan terbanyak sebanyak 19 tuturan; kedua, maksim cara sebanyak 14 tuturan; ketiga, maksim kuantitas sebanyak 12 tuturan; dan yang terakhir maksim relevansi sebanyak 6 tuturan.
ABSTRACT
Name : Dinda Ayuni Setiawan
Student ID Number : 19020074125
Study Program : Bachelor of Education in Indonesian Language and Literature
Department : Indonesian Language and Literature
Faculty : Language and Arts
Institution Name : Surabaya State University
Supervisor : Andik Yuliyanto, S. S, M.Si.
Year : 2023
Keywords: Pragmatics, cooperative principle, web series, imperfect season 2 episodes 1-5
The cooperative principle, a fundamental concept in communication is crucial in creating cooperative and mutually acceptable conversations among speakers. However, in the context of web series, particularly those infused with comedy, the cooperative principle is often deviated from in order to generate humor and evoke laughter from the audience. The deviations from the cooperative principle found in the web series "Imperfect Season 2 Episodes 1-5" offer an intriguing subject for investigation, as the actors frequently engage in utterances that contradict established facts or lack verifiable evidence.
In light of this, this study aims to describe the deviations from the cooperative principle in the web series "Imperfect Season 2 Episodes 1-5". The method used is descriptive with a qualitative approach. The data used in this study are the actors' utterances that deviate from the cooperative principle that consists of four maxims: quantity, quality, relevance, and manner. Data collection involves observation and note-taking techniques. The collected data were then analyzed by identifying utterances that deviate from the cooperative principle and categorizing them based on the four maxims violated.
The findings of this study reveal deviations from the cooperative principle in "Imperfect Season 2 Episodes 1-5" across all four maxims: quantity, quality, relevance, and manner. The deviation from the quality maxim has the highest occurrence with 19 utterances, followed by the manner maxim with 14 utterances, the quantity maxim with 12 utterances, and the relevance maxim with 6 utterances.