Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui validitas, kepraktisan dan keefektifan serta mendeskripsikan
pergeseran miskonsepsi peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran dengan
LKPD model conceptual change berbasis multiple representasi pada
materi laju reaksi. Subyek penelitian ini adalah 34 siswa kelas XI MIPA 1 SMA
Negeri 1 Cerme, Gresik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen three
tier diagnostic test untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada peserta didik.
Desain penelitian yang digunakan adalah “One Group Pretest-Posttest Design ”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Profil konsepsi peserta didik sebelum
pembelajaran dengan LKPD model conceptual change berbasis multiple
representasi sebesar 60,90%. 2) Hasil angket respon peserta didik menunjukkan
bahwa sebesar 97,40% peserta didik merespon secara positif sehingga dapat
dinyatakan dalam kategori sangat praktis. 3) Hasil observasi aktivitas peserta
didik selama uji coba pada pertemuan I sebesar 99,45%, pertemuan II sebesar
97,98% dan pada pertemuan III sebesar 96,51% yang menunjukkan bahwa aktivitas
relevan lebih dominan dilakukan oleh peserta didik dibandingkan dengan
aktivitas tidak relevan. 4) Terjadi pergeseran miskonsepsi pada konsep teori
tumbukan dari TTK ke TK, M ke TK, dan TTK ke M berturut-turut sebesar 20,58%,
55,88%, dan 0%. Pada konsep konsentrasi dari TTK ke TK, M ke TK, dan TTK ke M
berturut-turut sebesar 16,16%, 76,46%, dan 0%. Pada konsep luas permukaan dari
TTK ke TK, M ke TK, dan TTK ke M berturut-turut sebesar 16,38%, 48,83%, dan 0%.
Pada konsep suhu dari TTK ke TK, M ke TK, dan TTK ke M berturut-turut sebesar
23,52%, 57,84%, dan 0%. Pada konsep katalis dari TTK ke TK, M ke TK, dan TTK ke
M berturut-turut sebesar 38,23%, 53,53%, dan 0%. Hasil uji coba LKPD dengan model conceptual
change berbasis multiple representasi dinilai efektif dalam
mengurangi miskonsepsi peserta didik pada materi laju reaksi.
Kata Kunci: LKPD, Miskonsepsi,
Pembelajaran Model Conceptual Change , Laju Reaksi