Desain Maskot Bank Sampah Sumber Makmur Kelurahan Ganungkidul Nganjuk
Mascot Design of the Sumber Makmur Garbage Bank Ganungkidul Nganjuk Village
Bank sampah sumber makmur didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 2007. Bank sampah Sumber Makmur saat ini diketuai oleh Ibu Sulastri selaku kader kelurahan Ganungkidul, dengan dibantu oleh 20 anggota pengurus. Bank sampah ini sendiri merupakan salah satu program yang dibuat Kelurahan Ganungkidul, Kecamatan Nganjuk guna mendukung program Dinas Kebersihan Pertamanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk tahun 2007 dalam pengolahan sampah yang berpedoman pada hierarki 4R (Reduce, Reuse, Recovery, Recycle ). Bank sampah ini sudah memiliki proses pengolahan yang cepat dan tepat. Selama 15 tahun beroperasi Bank Sampah Sumber Makmur masih belum memiliki identitas visual sama sekali. Identitas visual sangat penting dalam suatu organisasi atau program guna menjadi pembeda dengan program lainnya, tidak hanya itu dengan adanya identitas visual seperti logo maupun maskot dapat menjadi media promosi yang baik dan dapat menjadi tolak ukur keberhasilan suatu program. Oleh karena itu dibuatlah perancangan desain maskot dengan pengumpulan data 5W+1H, dan diperoleh target tujuan audiens kalangan remaja usia 13-16 tahun. Perancangan ini menghasilkan tiga desain maskot bernama Tiko, Pibo dan Kany, dengan menggunakan gaya desain chibi dan menerapkan teknik flat desain dalam pewarnaan. Desain maskot ini juga akan diterapkan pada stationary set dan merchandise yang disesuaikan dengan kebutuhan target audiens dan pengurus Bank sampah Sumber Makmur.
Sumber Makmur waste bank was established and started operating in 2007. Sumber Makmur waste bank is currently chaired by Ibu Sulastri as a cadre of Ganungkidul sub-district, assisted by 20 management members. This waste bank itself is one of the programs created by Ganungkidul Village, Nganjuk District to support the program of the Kabupaten Nganjuk Plant and Environmental Hygiene Office in 2007 in waste processing guided by the 4R hierarchy (Reduce, Reuse, Recovery, Recycle). This waste bank already has a fast and precise processing process. For 15 years of operation, Sumber Makmur Waste Bank still has no visual identity at all. Visual identity is very important in an organization or program to be a differentiator from other programs, not only that the existence of visual identity such as logos and mascots can be a good promotional media and can be a benchmark for the success of a program. Therefore, mascot design was made with 5W + 1H data collection, and obtained the target audience among adolescents aged 13-16 years. This design resulted in 3 mascot designs named Tiko, Pibo and Kany, using the chibi design style and applying flat design techniques in coloring. This mascot design will also be applied to stationary sets and merchandise tailored to the needs of the target audience and management of Sumber Makmur waste bank.