DISCOURSE OF URBAN WIDOWS ON STAND UP COMEDY MEGA SYALSHABILLAH MATERIAL
Penelitian ini menganalisis diskursus kehidupan janda di perkotaan melalui materi stand-up comedy yang dibawakan oleh Mega Syalshabillah, seorang komika perempuan yang mengangkat pengalaman pribadinya sebagai janda. Materi stand-up comedy Mega digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi stigma sosial, diskriminasi gender, dan stereotip yang sering dilekatkan pada status janda dalam masyarakat patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana Sara Mills serta teori gender Mansour Fakih untuk mengidentifikasi bentuk marginalisasi, subordinasi, stereotip, dan kekerasan yang dialami janda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mega Syalshabillah berhasil memanfaatkan panggung stand-up comedy sebagai media untuk membalikkan narasi negatif tentang janda. Melalui humor, Mega tidak hanya menghibur tetapi juga mengkritisi norma-norma patriarki yang mengakar dalam masyarakat, termasuk standar ganda dalam pernikahan dan perceraian, serta ekspektasi gender yang tidak adil. Representasi yang ditampilkan Mega dalam materi komedinya menunjukkan janda sebagai individu yang mandiri, tangguh, dan memiliki agensi dalam mengubah persepsi publik. Penelitian ini juga menemukan bahwa seni pertunjukan, khususnya stand-up comedy, dapat menjadi medium yang efektif untuk menyuarakan isu-isu sosial yang sensitif, mendorong dialog publik tentang kesetaraan gender, dan memperkuat pemberdayaan perempuan. Mega tidak hanya mencerminkan pengalaman pribadinya tetapi juga menjadi suara kolektif bagi perempuan yang menghadapi tantangan serupa, sekaligus menginspirasi audiens untuk mempertanyakan norma sosial yang bias.
This research analyzes the discourse on the life of widows in urban areas through stand-up comedy material presented by Mega Syalshabillah, a female comic who highlights her personal experience as a widow. Mega's stand-up comedy material is used as a tool to explore social stigma, gender discrimination, and stereotypes that are often attached to widowhood in a patriarchal society. This research uses a qualitative approach with Sara Mills' discourse analysis and Mansour Fakih's gender theory to identify forms of marginalization, subordination, stereotypes and violence experienced by widows. The research results show that Mega Syalshabillah succeeded in using the stand-up comedy stage as a medium to reverse the negative narrative about widows. Through humor, Mega not only entertains but also criticizes patriarchal norms that are deeply rooted in society, including double standards in marriage and divorce, as well as unfair gender expectations. The representation shown by Mega in her comedy material shows widows as individuals who are independent, tough, and have agency in changing public perceptions. This research also found that performing arts, especially stand-up comedy, can be an effective medium for voicing sensitive social issues, encouraging public dialogue about gender equality, and strengthening women's empowerment. Mega not only reflects her personal experiences but also becomes a collective voice for women facing similar challenges, while inspiring audiences to question biased social norms.