Makna Politik Uang Bagi Masyarakat Dusun Baru Dalam Pemilihan Kepala Desa Bapuh Baru Tahun 2019
Fenomena politik uang dalam pemilihan kepala desa menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan demokrasi lokal di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik politik uang yang terjadi pada Pilkades Bapuh Baru tahun 2019, khususnya di Dusun Baru, yang telah menjadi fenomena umum dan diterima oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat Dusun Baru memaknai praktik politik uang dalam Pilkades tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Dusun Baru, Desa Bapuh Baru, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Data dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur dengan sepuluh informan yang dipilih secara purposive, terdiri dari perangkat desa, tokoh pemuda, tim sukses, dan warga yang memiliki hak pilih. Teknik analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memaknai politik uang sebagai bagian dari budaya politik yang lazim dan bahkan dianggap sebagai bentuk "rezeki" menjelang pemilihan. Tindakan menerima uang dipengaruhi oleh berbagai alasan, mulai dari kebutuhan ekonomi, tekanan sosial, hingga pertimbangan nilai dan pengalaman masa lalu. Berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber, ditemukan bahwa makna politik uang dipahami masyarakat melalui empat kategori tindakan: rasional instrumental, rasional-nilai, afektual, dan tradisional. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik politik uang telah berakar dalam kesadaran sosial masyarakat, dan memerlukan pendekatan kultural dan pendidikan politik dalam mengatasinya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi lanjut mengenai persepsi masyarakat terhadap politik uang di tingkat lokal.
Kata kunci: politik uang, pilkades, makna sosial, tindakan sosial, patron-klien, Dusun Baru
Phenomenon money politics in election head village become attention Serious in implementation democracy local in Indonesia. Research This motivated by practice money politics that occurred in the village head elections New Bapuh in 2019, especially in Dusun Baru, which has become phenomenon common and accepted by society . The purpose study This is For know How the Dusun Baru community interprets practice money politics in Village Head Election said . Research This use approach qualitative descriptive . The research location is in Dusun Baru, Desa New Bapuh , District Glagah , Regency Lamongan . Data collected through interview No structured with ten selected informants purposively , consisting of from device village , youth figures , team success , and citizens who have right select . The data analysis technique follows the Miles, Huberman, and Saldana model which includes data reduction , data presentation , and extraction conclusion .
Research result show that public to give meaning to money politics as part from culture common politics and even considered as form of " fortune " approaching election . The act of accepting money is influenced by various reason , start from need economy, pressure social , up to consideration values and past experiences. Based on theory action Max Weber's social science , found that meaning money politics understood public through four category actions : rational -instrumental, rational-value , affective , and traditional . Conclusion from study This show that practice money politics has rooted in awareness social society , and requires approach cultural and educational political in overcome it . Research This expected can become reference For studies carry on about Public perception of money politics at the level local .
Keywords : money politics , village head elections , meaning social , action social , patron- client , Dusun Baru