Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bahasa seksis pada tuturan perempuan penceramah, melalui representasi, interpretasi pada prasangka identitas gender, dan bentuk diskriminasi dalam bahasa seksis. Penelitian ini berjenis kualitatif fenomenologis dengan analisis AWK Fariclough dan menemukan tuturan perempuan penceramah lebih seksis pada perempuan. Keseksisan itu terungkap dengan cara memprasangkakan dan mendiskriminasikan melalui kedudukan jenis kelamin dalam keluarga, perbedaan usia, kondisi fisik dan sifat. Kemudian dalam kondisi budaya ada pada hubungan antara suami, istri, dan mertua. Ditemukan pula perbedaan identitas gender yang diseksiskan dengan kelemahannya. Sementara itu, dalam tuturan prasangka perempuan penceramah ditemukan bentuk diskriminasi yang terealisasi pada penggunaan istilah bertanda, tidak bertanda, derograsi semantik; kalimat deklaratif, imperatif, dan introgatif; modalitas intensionalitas, epistemik, deontik, dinamik; variasi penyebutan pronominal; dan struktur teks meliputi konveksi interaksi, penataan, serta pengurutan teks.
Kata Kunci: bahasa seksis, diskriminasi gender, representasi, identitas gender, prasangka
Abstract
This study aims in research to find the language of sexist in the speech of female preachers, representation, gender identity prejudice interpretation of the sexist language used and forms of discrimination in sexist language. This research is a phenomenological qualitative type with fairclough critical discourse analysis and finds the speech of more sexist preacher women in women. Success is revealed in a prejudiced manner and discriminates through the gender position in the family age difference in physical conditions as well as sexual nature and orientation. Then in cultural conditions there is a relationship between husband and wife and in laws. There were also differences in gender identity witnessed by their weaknesses. Meanwhile in the utterances of prejudice the female preacher found of discrimination realized in use terms omens, unmarked, semantic derogation, clarity, interpretative, imperative, intentionality, epistemic, deontic, dynamic, pronominal variations, and text structures include convection interactions, structuring, and sequencing of texts.
Keywords: Sexist language, gender discrimination, representation, gender identity, prejudice