Pengaruh Kafein Terhadap Peningkatan VO2MAX Atlet Cabang Olahraga KARATE
The Effect of Caffeine on Increasing VO2MAX of KARATE Sports Branch Athletes
Kafein adalah senyawa alkaloid xanthine berbentuk kristal putih dengan rasa pahit dan merupakan psikostimulan yang paling umum digunakan, yang juga memiliki efek diuretik ringan. Sedangkan prestasi olahraga merupakan suatu bentuk hasil nyata yang diinginkan oleh setiap atlet, prestasi olahraga ini menjadi tujuan utama dari segala bentuk usaha yang dikerahkan untuk berkembangnya olahraga Indonesia dikanca internasional. Berbagai usaha untuk meningkatkan performa atlet tersebut dibutuhkan beberapa elemen yang perlu diperhatikan yakni program latihan, fasilitas sarana prasarana, gizi, dan gaya hidup. Faktor gizi juga merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam peningkatan performa atlet, pasalnya gizi olahraga adalah terapan gizi kepada atlet agar mampu mencapai prestasi yang optimal. Ilmu gizi olahraga adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara pengelolaan makanan dengan kinerja fisik yang bermanfaat untuk kesehatan, kebugaran, pertumbuhan anak serta pembinaan prestasi olahraga. Dalam hal ini kondisi fisik daya tahan merupakan sesuatu hal yang akan dibahas dengan kafein, apakah kafein dan daya tahan memiliki hubungan dalam meningkatkan kualitas daya tahan atlet. Subyek dalam penelitian ini adalah 8 atlet karate porprov kabupaten Tuban yang selanjutnya diberikan perlakuan. Perlakuan tersebut adalah kelompok eksperimen diberikan kafein sebelum menjalani latihan, dan kelompok eksperimen kontrol tidak diberikan kafein sebelum menjalani latihan atau tes MFT. Hasilnya kelompok eksperimen yang dengan pemberian kafein sebelum melakukan latihan fisik daya tahan ternyata memiliki peningkatan rata-rata dari pre test dan post test. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian kafein terhadap peningkatan performa atlet khususnya dalam segi kondisi fisik daya tahan. Kafein yang telah terbukti memiliki pengaruh terhadap performa atlet tersebut kemudian dijadikan olahan lain yang lebih mudah diterima oleh atlet dengan usia muda. Gummy kafein merupakan olahan kafein yang berbentuk gum yang akan lebih disukai oleh atlet usia muda. Kemudian hasil akhir dari penelitian ini adalah terciptanya produk dan resep pembuatan gummy kafein yang diperjual belikan.
Efforts to improve athlete performance require several elements that need attention, namely training programs, infrastructure facilities, nutrition, and lifestyle. Nutritional factors are also things that need to be considered in improving athlete performance, because sports nutrition is the application of nutrition to athletes so they can achieve optimal performance. In this case the physical condition of endurance is something that will be discussed with caffeine, whether caffeine and endurance have a relationship in improving the quality of endurance athletes. The subjects in this study were 8 karate athletes from the Tuban district who were then given treatment. The treatment was that the experimental group was given caffeine before undergoing exercise, and the control experimental group was not given caffeine before undergoing exercise or the MFT test. The result was that the experimental group, which was given caffeine before doing endurance physical exercise, had an average increase from the pre-test and post-test. This shows that there is an effect of giving caffeine on improving athlete performance, especially in terms of physical endurance. Caffeine which has been proven to have an effect on athlete performance is then made into other preparations that are more easily accepted by athletes at a young age. Gummy caffeine is processed caffeine in gum form which is preferred by young athletes. Then the end result of this research is the creation of products and recipes for making gummy caffeine that are traded