DAMPAK SOSIAL EKSISTENSI PASAR DI PERUMNAS KOTA BARU DRIYOREJO
SOCIAL IMPACT OF MARKET EXISTENCE IN PERUMNAS KOTA BARU DRIYOREJO
Pulau Jawa menjadi sebuah pulau dengan penduduk paling padat di Indonesia. Kecamatan Driyorejo merupakan salah satu Kecamatan yang terletak di Kabupaten Gresik yang juga padat penduduk. Untuk mengatasi kepadatan penduduk ini, dibangunlah perumahan-perumahan di Kecamatan Driyorejo, salah satunya ialah Perumnas Kota Baru Driyorejo. Perumahan ini dihuni oleh masyarakat sejak tahun 1995.
Namun seiring berjalannya waktu, terdapat pertambahan fungsi lahan di Perumnas ini menjadi pasar karena banyaknya pedagang yang berdatangan. Saat ini wilayah Perumnas Kota Baru Driyorejo lebih dikenal sebagai pasar daripada sebagai perumahan. Pada awalnya, masyarakat yang menempati Perumnas merasa terganggu akan keberadaan pasar ini karena dianggap merusak fasilitas umum Perumnas. Setelah mengalami relokasi pada tahun 2019, pandangan masyarakat berubah dan keberadaan pasar ini memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat dan juga pedagang itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak sosial eksistensi pasar di Perumnas Kota Baru Driyorejo berdasarkan sudut pandang masyarakat setempat dan juga pedagang. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah model Miles and Huberman.
Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa dampak sosial keberadaan pasar di Perumnas Kota Baru Driyorejo, antara lain: 1) Integrasi sosial antar pedagang semakin meningkat; 2)Pola pikir pedagang semakin baik; 3) Aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi semakin efektif; dan 4) Integrasi antar pedagang dengan masyarakat semakin baik. Penelitian ini memberikan referensi contoh kasus pada materi perubahan sosial dalam mata pelajaran IPS.
Kata Kunci : pasar, dampak sosial, perubahan sosial, pedagang.
Java Island is the island with the largest population in Indonesia. Driyorejo District is one of the sub-districts located in Gresik Regency which is also densely populated. To overcome this population density, housing complexes were built in Driyorejo District, one of which is Perumnas Kota Baru Driyorejo. This housing complex has been inhabited by the community since 1995.
However, there was an increase in the function of the land in Perumnas to become a market because many traders came. Currently, the Perumnas Kota Baru Driyorejo area is better known as a market than as housing. At first, the people who lived in Perumnas felt disturbed by the existence of this market because they thought it was damaging Perumnas' public facilities. After relocation in 2019, people's views changed and the existence of this market had a positive impact on the local community and also the traders themselves.
This research aims to describe the social impact of the existence of the market in Perumnas Kota Baru Driyorejo based on the perspective of the local community and also traders. Data collection in this research was carried out using a qualitative approach with a case study type of research. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model.
Based on this research, it can be seen that the social impact of the existence of the market in the National Housing Company Kota Baru Driyorejo, includes: 1) Social integration between traders is increasing; 2) Traders' mindset is getting better; 3) Community activities in meeting daily needs become increasingly effective; and 4) Integration between traders and the community is getting better. This research provides case example references on social change material in social studies subjects.
Keywords: market, social impact, social change, traders.