PROGRAM PENGEMBANGAN LITERASI MELALUI POJOK
BACA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA
DIDIK KELAS X SMA HANG TUAH 4 SURABAYA
LITERACY DEVELOPMENT PROGRAM THROUGH THE CORNER READING TO INCREASE PARTICIPANTS' READING INTEREST CLASS X STUDENTS OF SMA HANG TUAH 4 SURABAYA
Minat baca merupakan bagian penting dalam literasi, yang mencerminkan kesenangan seseorang terhadap
aktivitas membaca, pemahaman terhadap bacaan, serta frekuensi membaca. Sayangnya, tingkat literasi di
Indonesia masih tergolong rendah, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Faktor penyebab rendahnya
minat baca dapat dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal timbul dari individu itu
sendiri seperti motivasi belajar. Sementara faktor eksternal dapat berupa kondisi lingkungan serta
ketersediaan fasilitas pendukung. Salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca yaitu dengan
menyediakan pojok baca atau sudut baa di kelas sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Hang Tuah 4 Surabaya, dengan fokus pada kelas X-3, sebagai kelas
yang belum memiliki pojok baca dan seluruh peserta didik menunjukkan tingkat minat baca yang rendah
berdasarkan hasil observasi dan angket awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pojok baca dalam
meningkatkan minat baca peserta didik dalam kelas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Subjek penelitian adalah 35 peserta didik kelas X-3 SMA Hang Tuah 4 Surabaya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendirian pojok baca berhasil dilakukan dengan baik dan memberikan dampak positif
terhadap peningkatan minat baca peserta didik. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan frekuensi
membaca peserta didik yang tercatat dalam hasil angket setelah pojok baca dimanfaatkan secara optimal.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pojok baca berperan efektif sebagai salah satu strategi untuk
meningkatkan minat baca peserta didik kelas X-3 SMA Hang Tuah 4 Surabaya
Reading is an essential aspect of literacy, reflecting an individual’s enjoyment of reading activities,
comprehension of texts, and reading frequency. Unfortunately, literacy levels in Indonesia remain
relatively low, including within educational environments. The factors contributing to low reading interest
can be categorized into internal and external factors. Internal factors stem from the individual, such as
learning motivation, while external factors include environmental conditions and the availability of
supporting facilities. One effort to increase reading interest is by providing a reading corner or reading
nook in classrooms as part of the School Literacy Movement (GLS). This research was conducted at SMA
Hang Tuah 4 Surabaya, focusing on class X-3, which does not yet have a reading corner, and where all
students showed low reading interest based on initial observations and questionnaires. The study aims to
examine how a reading corner can enhance the reading interest of students in this class. A qualitative
descriptive approach was employed, with data collection techniques including observation, interviews, and
documentation. The research subjects were 35 students from class X-3 at SMA Hang Tuah 4 Surabaya.
The results showed that the establishment of the reading corner was successfully implemented and had a
positive impact on increasing students’ reading interest. This was evidenced by the increased frequency of students' reading activities as recorded in the post-utilization questionnaire results. Thus, it can be
concluded that the reading corner effectively serves as a strategy to enhance the reading interest of students
in class X-3 at SMA Hang Tuah 4 Surabaya.