Efikasi Diri dan Regulasi Diri pada Atlet Sepak Bola: Peran Moderasi Kebahagiaan
Abstrak: Regulasi diri merupakan keterampilan psikologis inti bagi atlet sepak bola karena memungkinkan mereka mempertahankan perhatian, mengelola emosi, dan menyesuaikan perilaku di bawah tuntutan kompetitif. Meskipun efikasi diri telah diakui secara luas sebagai prediktor penting regulasi diri, masih terbatas penelitian yang mengkaji apakah afek positif, khususnya kebahagiaan, memoderasi hubungan tersebut, sehingga menyisakan kesenjangan empiris dalam pemahaman mengenai interaksi sumber daya kognitif dan emosional dalam fungsi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh efikasi diri terhadap regulasi diri pada atlet sepak bola serta menguji peran kebahagiaan sebagai moderator. Penelitian menggunakan desain kuantitatif regresi moderasi dengan melibatkan 106 atlet sepak bola laki-laki Indonesia berusia 14–22 tahun yang terdaftar pada klub profesional atau akademi. Data dikumpulkan menggunakan versi Bahasa Indonesia yang telah tervalidasi dari Athlete Self-Efficacy Scale (ASES), Self-Regulation Questionnaire (SRQ), dan Oxford Happiness Questionnaire versi pendek (OHQ). Model pengukuran menunjukkan reliabilitas dan kecocokan yang memadai, serta pengujian asumsi menunjukkan residual berdistribusi normal, homoskedastisitas, dan tidak adanya multikolinearitas yang serius, sehingga mendukung penggunaan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri dan kebahagiaan secara signifikan dan positif memprediksi regulasi diri, serta kebahagiaan secara signifikan memoderasi (melemahkan) hubungan antara efikasi diri dan regulasi diri, dengan model akhir mampu menjelaskan lebih dari setengah varians regulasi diri. Meskipun keterbatasan berupa desain potong lintang, penggunaan laporan diri, dan sampel yang seluruhnya laki-laki membatasi interpretasi kausal dan generalisasi, temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan strategi peningkatan kepercayaan diri dengan pendekatan peningkatan kebahagiaan dalam pelatihan keterampilan psikologis bagi atlet sepak bola, serta mendorong penelitian selanjutnya untuk menguji moderator lain menggunakan pendekatan longitudinal atau eksperimental.
Background: Self-regulation is a core psychological skill for football athletes because it enables them to maintain attention, manage emotions, and adjust behavior under competitive demands. Although self-efficacy is widely recognized as an important predictor of self-regulation, only a limited number of studies have examined whether positive affect, particularly happiness, moderates this relationship, leaving an empirical gap in understanding how cognitive and emotional resources interact in athlete functioning. Objective: This study aimed to investigate the influence of self-efficacy on self-regulation in football athletes and to test whether happiness moderates this association. Methods: A quantitative moderated regression design was used with 106 Indonesian male football athletes aged 14 to 22 years who were registered with professional or academy clubs. Data were collected using validated Indonesian versions of the Athlete Self-Efficacy Scale (ASES), the Self-Regulation Questionnaire (SRQ), and the short Oxford Happiness Questionnaire (OHQ). Measurement models demonstrated acceptable reliability and fit, and assumption checks indicated normal residuals, homoscedasticity, and no serious multicollinearity, supporting the use of Moderated Regression Analysis (MRA). Results: The findings showed that both self-efficacy and happiness significantly and positively predicted self-regulation, and happiness significantly moderated (attenuated) the relationship between self-efficacy and self-regulation. The final model explained over half of the variance in self-regulation. Conclusion: Although the cross-sectional, self-report, and entirely male sample limits causal interpretation and generalizability, the results highlight the importance of integrating confidence building strategies with happiness enhancing approaches in psychological skills training for football athletes. Future research is encouraged to examine additional moderators using longitudinal or experimental approaches.