Pembelajaran Mandiri Pada Konteks Perkuliahan Academic Writing Berbasis Blended Learning
Self Regulated Learning In The Context of a Blended Academic Writing Course
Santi Andriyani, (2026). Pembelajaran Regulasi Diri dalam Konteks Pembelajaran Mata Kuliah Academic Writing Berbasis Blended Learning. Disertasi. Program Doktor, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. Kata kunci: Pembelajaran Mandiri, Pembelajaran Blended, Kursus Penulisan Akademik.
Disertasi ini mengeksplorasi integrasi strategi pembelajaran mandiri (self-regulated learning/SRL) dalam kursus penulisan akademik Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) yang berbasis blended di tiga universitas di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada cara SRL dipahami dan diterapkan oleh mahasiswa dan dosen dalam lingkungan pembelajaran blended. Penelitian ini menyelidiki bagaimana perilaku SRL muncul di kalangan mahasiswa dan mengidentifikasi praktik pedagogis yang diterapkan oleh dosen untuk mendukung perkembangan SRL. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sementara beberapa dosen memberikan scaffolding digital yang komprehensif melalui Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) untuk menyusun SRL melalui fase persiapan, pelaksanaan, dan refleksi, beberapa dosen lainnya menghadapi tantangan terkait ketidakkonsistenan dalam scaffolding persiapan dan kurangnya kolaborasi antar mahasiswa. Penelitian ini juga menganalisis bagaimana model pembelajaran blended meningkatkan SRL, dengan penekanan khusus pada mekanisme umpan balik, motivasi, dan strategi metakognitif. Penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk mempromosikan SRL dalam kursus penulisan akademik dengan memanfaatkan lingkungan pembelajaran blended untuk mendorong otonomi yang lebih besar, kesadaran metakognitif, dan peningkatan kinerja penulisan akademik.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus untuk menyelidiki pembelajaran mandiri (SRL) dalam kursus penulisan akademik berbasis blended bagi mahasiswa EFL di tiga universitas Indonesia. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, 12 peserta (9 mahasiswa dan 3 dosen) dipilih untuk memeriksa perilaku SRL dan praktik pedagogis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, dan dianalisis menggunakan fase-fase SRL dari Zimmerman dan WSSRLQ dari Teng & Zhang. Analisis data mengikuti kerangka lima fase dari Yin, yang memberikan wawasan tentang bagaimana strategi SRL mempengaruhi perkembangan penulisan mahasiswa dalam lingkungan pembelajaran blended.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemahaman mahasiswa tentang pembelajaran mandiri (SRL) dalam kursus penulisan akademik berbasis blended bervariasi berdasarkan tingkat kemampuan menulis mereka, dengan mahasiswa berprestasi tinggi menunjukkan perencanaan, manajemen waktu, dan refleksi diri yang lebih maju, sementara mahasiswa dengan kemampuan lebih rendah menunjukkan perilaku yang lebih reaktif seperti prokrastinasi. Dalam hal perilaku SRL, mahasiswa berprestasi tinggi secara konsisten menerapkan strategi kognitif, metakognitif, dan perilaku, termasuk menggunakan alat AI, mencari umpan balik, dan menjaga perencanaan yang terstruktur, sementara mahasiswa dengan kinerja lebih rendah cenderung lebih pasif dan mengandalkan dukungan eksternal. Praktik pedagogis bervariasi antar dosen, dengan NS-L1 menerapkan pendekatan SRL yang komprehensif menggunakan LMS untuk materi pra-kelas dan umpan balik, sementara NK-L2 dan SF-L3 lebih mengandalkan WhatsApp, yang menunjukkan kesenjangan dalam integrasi digital dan refleksi metakognitif. Meskipun ada perbedaan ini, semua dosen efektif di fase Pelaksanaan, dengan menyediakan kegiatan yang terstruktur, manajemen waktu, dan umpan balik.
Santi Andriyani, (2026). Self-Regulated Learning in The Context of a Blended Academic Writing Course. Dissertation. Doctoral Program, Faculty of Language and Art, Universitas Negeri Surabaya.
Keywords: Self-Regulated Learning, Blended Learning, Academic Writing Course,
This dissertation explores the integration of self-regulated learning (SRL) strategies in blended English as a Foreign Language (EFL) academic writing courses at three universities in Indonesia. It focuses on the ways SRL is conceptualized and implemented by both students and lecturers in a blended learning environment. The study investigates how SRL behaviors manifest among students and identifies the pedagogical practices employed by lecturers to support SRL development. Findings show that while some lecturers provide comprehensive digital scaffolding through Learning Management Systems (LMS) to structure SRL across the forethought, performance, and reflection phases, others face challenges related to inconsistencies in preparatory scaffolding and a lack of peer collaboration. The research also examines how blended learning models enhance SRL, with particular emphasis on feedback mechanisms, motivation, and metacognitive strategies. This study offers practical insights into promoting SRL in academic writing courses by leveraging blended learning environments to foster greater autonomy, metacognitive awareness, and improved academic writing performance.
This study employed a case study to investigate self-regulated learning (SRL) in blended academic writing courses for EFL learners across three Indonesian universities. Using purposive sampling, 12 participants (9 students and 3 lecturers) were selected to examine SRL behaviors and pedagogical practices. Data was collected through interviews, observations, and document analysis, and analyzed using Zimmerman's SRL phases and Teng & Zhang's WSSRLQ. The data analysis followed Yin's five-phase framework, providing insights into how SRL strategies impact students' writing development in blended learning environments.
The study revealed that students’ conceptualization of self-regulated learning (SRL) in blended academic writing courses varies based on their writing proficiency, with high performers showing advanced planning, time management, and self-reflection, while lower performers exhibit more reactive behaviors like procrastination. In terms of SRL behaviors, high-performing students consistently apply cognitive, metacognitive, and behavioral strategies, including using AI tools, seeking feedback, and maintaining structured planning, while lower performers engage less actively and rely more on external support. Pedagogical practices varied across lecturers, with NS-L1 implementing a comprehensive SRL approach using an LMS for pre-class materials and feedback, while NK-L2 and SF-L3 relied more on WhatsApp, showing gaps in digital integration and metacognitive reflection. Despite these differences, all lecturers were effective in the Performance phase, providing structured activities, time management, and feedback.