Kode Dokumen :
0094/FISIPOL-KOM/2026
Penulis Utama :
LU'LU' AZIZAH
NIM Penulis Utama:
22041184198
Tahun :
2026
Judul ID :
Analisis Implementasi Program CSR “Pegadaian Peduli” dalam Pengembangan Ekonomi Lokal (UMKM) di Kota Surabaya (Studi Kasus di PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya)
Judul EN :
Analysis of the Implementation of the “Pegadaian Peduli” CSR Program in Local Economic Development (MSMEs) in Surabaya (A Case Study at PT Pegadaian Regional Office XII Surabaya)
Sumber :
UNESA -
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik -
Jurusan S1 Ilmu Komunikasi -
22041184198 -
2026
Jenis Dokumen :
Skripsi
Abstrak ID :
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal, namun masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kapasitas usaha, pemasaran, legalitas, dan pemanfaatan teknologi digital. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT Pegadaian melaksanakan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pegadaian Peduli melalui Program GadePreneur yang berfokus pada pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program CSR Pegadaian Peduli dalam pengembangan ekonomi lokal (UMKM) di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap dua informan dari pihak pelaksana program serta lima pelaku UMKM binaan PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya. Analisis implementasi mengacu pada model Van Meter dan Van Horn (1975) yang terdiri atas enam unsur, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi aktivitas pelaksana, karakteristik organisasi pelaksana, kondisi eksternal, dan disposisi pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program GadePreneur telah berjalan cukup baik dengan memiliki standar dan sasaran kebijakan yang jelas, didukung sumber daya yang memadai, komunikasi yang relatif efektif, karakteristik organisasi pelaksana yang terstruktur, serta komitmen pelaksana dalam memberdayakan UMKM. Program mampu meningkatkan kapasitas usaha, kualitas produk, jejaring bisnis, dan akses pasar peserta sehingga berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal. Implementasi program masih menghadapi beberapa kendala, antara lain distribusi manfaat yang belum merata akibat mekanisme seleksi bertingkat, ketergantungan komunikasi kepada vendor dan mentor, terbatasnya pendampingan pascaprogram, serta pengaruh kondisi eksternal berupa persaingan pasar, perubahan perilaku konsumen, dan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi Program GadePreneur memiliki karakteristik sebagai program pemberdayaan UMKM berbasis business incubation yang dilaksanakan secara bertahap (tiered empowerment), sehingga keberhasilan implementasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya dan komitmen pelaksana, tetapi juga oleh keberlanjutan pendampingan serta pemerataan akses terhadap fasilitas pengembangan usaha. Kata Kunci: CSR, Pegadaian Peduli, GadePreneur, UMKM, pengembangan ekonomi lokal.
Abstrak EN :
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in driving local economic development, yet they still face various challenges, such as limited business capacity, marketing, legal compliance, and the adoption of digital technology. As part of its corporate social responsibility, PT Pegadaian implements the “Pegadaian Peduli” Corporate Social Responsibility (CSR) Program through the GadePreneur Program, which focuses on empowering MSMEs through training, mentoring, and business capacity building. This study aims to analyze the implementation of the “Pegadaian Peduli” CSR Program in local economic development (MSMEs) in the city of Surabaya. The study employs a qualitative approach using the case study method and a constructivist paradigm. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and documentation involving two informants from the program’s implementing team and five MSME entrepreneurs under the guidance of PT Pegadaian Regional Office XII in Surabaya. The analysis of implementation is based on the model by Van Meter and Van Horn (1975), which consists of six elements: policy standards and objectives, resources, communication of implementation activities, characteristics of the implementing organization, external conditions, and the disposition of the implementers. The research findings indicate that the implementation of the GadePreneur Program has proceeded quite well, with clear policy standards and objectives, adequate resources, relatively effective communication, a well-structured implementing organization, and a strong commitment on the part of the implementers to empower MSMEs. The program has been able to enhance participants’ business capacity, product quality, business networks, and market access, thereby contributing to local economic development. Program implementation still faces several challenges, including uneven distribution of benefits due to a tiered selection mechanism, reliance on vendors and mentors for communication, limited post-program mentoring, and the impact of external conditions such as market competition, changes in consumer behavior, and advancements in digital technology. This study found that the implementation of the GadePreneur Program is characterized as a business incubation-based SME empowerment program carried out in stages (tiered empowerment); thus, the success of its implementation is determined not only by the availability of resources and the commitment of implementers but also by the sustainability of mentoring and equitable access to business development facilities. Keywords: CSR, Pegadaian Peduli, GadePreneur, MSMEs, local economic development.