IMPLEMENTASI TATA KELOLA SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA KEDUNGTURI KECAMATAN TAMAN
KABUPATEN SIDOARJO
IMPLEMENTATION OF HOUSEHOLD WASTE MANAGEMENT IN KEDUNGTURI VILLAGE, TAMAN DISTRICT, SIDOARJO REGENCY
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi kebijakan pengelolaan sampah rumah tangga meskipun telah diterapkan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 71 Tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung serta menghambat dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Subjek penelitian meliputi perangkat desa, pengelola TPST, dan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan belum berjalan optimal, yang ditandai dengan belum meratanya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, masih adanya praktik pembakaran sampah, serta keterbatasan sumber daya. Faktor pendukung meliputi kejelasan regulasi, keberadaan TPST, tenaga operasional, iuran masyarakat, jadwal pengangkutan yang teratur, kejelasan struktur organisasi, komunikasi yang efktif, dukungan para pelaksana, dan meningkatnya kesadaran masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi belum rendahnya cakupan pelayanan, keterbatasan tenaga kerja dan anggaran, belum tersedianya fasilitas pengolahan yang memadai, belum adanya SOP serta masih rendahnya pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi. Saran yang diberikan yaitu melakukan sosialisasi rutin kepada warga yang masih mencampur sampah, meningkatkan anggaran, menyediakan bank sampah di seluruh wilayah desa, menyediakan pelatihan kepada masyarakat, mengoptimalkan penerapan 3R, mendorong program pemilahan sampah dengan melibatkan masyarakat, menyusun SOP, meningkatkan kesadaran dengan berpartisipasi aktif dan membayar iuran.
This research is motivated by the suboptimal implementation of household waste management policies despite the implementation of Sidoarjo Regent Regulation Number 71 of 2019. The purpose of this study is to analyze the implementation of the policy and identify supporting and inhibiting factors using the Van Meter and Van Horn policy implementation theory. The method used is qualitative with a descriptive approach. The research location was in Kedungturi Village, Taman District, Sidoarjo Regency. The research subjects included village officials, TPST managers, and the community. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the policy has not been running optimally, which is characterized by unequal waste sorting at the household level, the persistence of waste burning practices, and limited resources. Supporting factors include clear regulations, the existence of TPST, operational personnel, community contributions, regular transportation schedules, clear organizational structures, effective communication, support from implementers, and increased public awareness. Meanwhile, inhibiting factors include low service coverage, limited manpower and budget, inadequate processing facilities, the absence of standard operating procedures (SOP), and the low utilization of waste as an economic resource. Suggestions include conducting regular outreach to residents who still mix waste, increasing the budget, establishing waste banks in all villages, providing community training, optimizing the implementation of the 3Rs, encouraging waste sorting programs with community involvement, developing standard operating procedures (SOPs), and raising awareness through active participation and payment of fees.