Representasi Nilai Profetik dalam Kumpulan Cerpen Istri Sempurna Pilihan Kompas 2023: Kajian Sastra Profetik Kuntowijoyo
Representation of Prophetic Values in Istri Sempurna, the 2023 Kompas Selected Short Story Collection: A Study of Kuntowijoyo’s Prophetic Literature
Karya sastra tidak hanya menghadirkan pengalaman estetik, tetapi juga membuka ruang refleksi terhadap persoalan kemanusiaan, pembebasan, dan spiritualitas. Kumpulan cerpen Istri Sempurna Pilihan Kompas 2023 memuat kompleksitas kehidupan kontemporer yang relevan dibaca melalui perspektif sastra profetik Kuntowijoyo. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi humanisasi, liberasi, dan transendensi serta mengungkap pola pembentukan makna profetik dalam kumpulan cerpen tersebut.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data dua puluh cerpen. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori pengkajian fiksi Burhan Nurgiyantoro, sastra profetik Kuntowijoyo, dan teori representasi konstruksionis Stuart Hall.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa humanisasi dominan direpresentasikan melalui kritik terhadap dehumanisasi, liberasi melalui kesadaran kritis dan perlawanan personal yang cenderung batiniah, sedangkan transendensi melalui kontemplasi eksistensial yang lahir dari kegelisahan manusia. Temuan utama menunjukkan pola representasi profetik melalui negasi: humanisasi dikonstruksi melalui dehumanisasi, liberasi melalui penindasan, dan transendensi melalui alienasi spiritual. Pola tersebut menunjukkan bahwa nilai profetik tidak selalu hadir melalui tindakan ideal secara langsung, tetapi juga melalui kondisi yang menegasikan nilai sehingga paradoks, konflik, dan krisis menjadi jalan tekstual bagi pembentukan kesadaran profetik.
Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kumpulan cerpen Istri Sempurna Pilihan Kompas 2023 merepresentasikan nilai profetik secara dialektis melalui tegangan antara nilai ideal dan realitas yang menegasikannya. Secara konseptual, temuan ini memperluas pembacaan sastra profetik dari kecenderungan afirmatif menuju pembacaan dialektis melalui representasi dehumanisasi, penindasan, dan alienasi spiritual. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian sastra profetik sebagai kerangka pembacaan kritis terhadap kompleksitas kemanusiaan, ketidakadilan sosial, dan krisis spiritual dalam sastra Indonesia mutakhir.
Kata kunci: representasi, sastra profetik, humanisasi, liberasi, transendensi.
Literary works not only offer aesthetic experiences but also provide a reflective space for issues of humanity, liberation, and spirituality. The short story collection Istri Sempurna: Pilihan Kompas 2023 presents complexities of contemporary life relevant to Kuntowijoyo’s prophetic literature perspective. This study aims to describe representations of humanization, liberation, and transcendence and reveal patterns of prophetic meaning construction in the collection.
This study employs a descriptive qualitative approach using twenty short stories as its data source. Data were collected through close reading and note-taking and analyzed using Burhan Nurgiyantoro’s fiction theory, Kuntowijoyo’s prophetic literature, and Stuart Hall’s constructionist theory of representation.
The findings indicate that humanization is predominantly represented through critiques of dehumanization, liberation through critical consciousness and inward personal resistance, and transcendence through existential contemplation arising from human anxiety. The main finding reveals a pattern of prophetic representation through negation: humanization is constructed through dehumanization, liberation through oppression, and transcendence through spiritual alienation. This pattern demonstrates that prophetic values do not always emerge directly through ideal actions but also through conditions that negate them, making paradoxes, conflicts, and crises textual pathways to prophetic consciousness.
The study concludes that Istri Sempurna: Pilihan Kompas 2023 represents prophetic values dialectically through tensions between ideal values and realities that negate them. Conceptually, this finding broadens prophetic literary studies from affirmative tendencies toward dialectical readings of dehumanization, oppression, and spiritual alienation. Thus, this study contributes to developing prophetic literature as a critical framework for interpreting human complexity, social injustice, and spiritual crises in contemporary Indonesian literature.
Keywords: representation, prophetic literature, humanization, liberation, transcendence.