The Adaptation of Almira Bastari’s Novel Home Sweet Loan into a Film by Sabrina Rochelle Kalangie: A Study of the Film Adaptation
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses ekranisasi novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari ke dalam film yang disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie berdasarkan teori Eneste. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan objektif. Data berupa kutipan novel dan adegan film dianalisis melalui teknik baca, simak, dan catat. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga bentuk perubahan dalam proses ekranisasi, yaitu reduksi, penambahan, dan perubahan variasi. Reduksi menjadi perubahan paling dominan pada aspek cerita, tokoh, dan konflik untuk menyesuaikan durasi film serta memusatkan konflik utama pada tokoh Kaluna. Penambahan dilakukan melalui adegan, dialog, dan tokoh baru guna memperkuat dramatik dan visualisasi cerita. Sementara itu, perubahan variasi tampak pada latar dan penyusunan peristiwa agar alur lebih dinamis secara sinematik. Penelitian ini membuktikan bahwa ekranisasi merupakan proses adaptasi kreatif yang menguatkan teori Eneste tentang adanya reduksi, penambahan, dan perubahan variasi dalam alih wahana karya sastra ke film.
Kata kunci: ekranisasi, alih wahana, reduksi, penambahan, perubahan variasi, Home Sweet Loan
This study aims to describe the screen adaptation process of the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari into a film directed by Sabrina Rochelle Kalangie based on Eneste's adaptation theory. This study employed a qualitative method with an objective approach. The data consisted of excerpts from the novel and scenes from the film, analyzed through reading, observing, and note-taking techniques. Data validity was tested using source triangulation. The findings reveal three forms of changes in the adaptation process: reduction, addition, and variation. Reduction was the most dominant change, particularly in plot, characterization, and conflict, to adjust the film duration and focus on Kaluna's main conflict. Additions in scenes, dialogue, and characters were made to strengthen the dramatic and visual aspects of the story. Meanwhile, variations appeared in the setting and event arrangement to create a more dynamic cinematic flow. This study confirms that screen adaptation is a creative transformation process that reinforces Eneste's theory regarding reduction, addition, and variation in adapting literary works into films.
Keywords: adaptation, media adaptation, reduction, addition, variation, Home Sweet Loan