A Comparative Analysis of TAM and UTAUT Methods in Measuring User Acceptance of The KAI Access Mobile Application in Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dua model penerimaan teknologi, yaitu Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dalam mengukur penerimaan pengguna aplikasi KAI Access di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 200 responden pengguna aktif KAI Access. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam model TAM, seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention, khususnya perceived usefulness dan perceived ease of use. Sementara dalam model UTAUT, hanya effort expectancy dan facilitating conditions yang berpengaruh signifikan. Nilai R-square dan Q-square menunjukkan bahwa model TAM memiliki kemampuan prediktif yang lebih kuat dibandingkan UTAUT dalam konteks penelitian ini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengembang aplikasi KAI Access, serta menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dalam menentukan model penerimaan teknologi yang sesuai pada pengembangan layanan publik digital.
Kata Kunci: TAM, UTAUT, penerimaan pengguna, KAI Access, SmartPLS.
This study aims to analyze and compare two technology acceptance models—Technology Acceptance Model (TAM) and Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT)—in measuring user acceptance of the KAI Access mobile application in Surabaya. The research adopts a quantitative approach, using questionnaires distributed to 200 active users of the KAI Access app. Data were analyzed using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS software. Results show that all variables in the TAM model significantly influence behavioral intention, particularly perceived usefulness and perceived ease of use. Meanwhile, in the UTAUT model, only effort expectancy and facilitating conditions have a significant effect. The R-square and Q-square values indicate that TAM has stronger predictive capability than UTAUT in this context. These findings offer useful insights for improving the KAI Access application and can serve as a reference for future research on technology acceptance in public digital services.
Keywords: TAM, UTAUT, user acceptance, KAI Access, SmartPLS