Ekplorasi Meaningful Relationships Pada Kaum Selibat: Sebuah Studi Fenomenologi
Exploring Meaningful Relationships Among Celibates: A Phenomenological Study
Kehidupan selibat sering dipahami sebagai ketiadaan relasi bermakna karena tidak melibatkan hubungan romantis. Penelitian ini bertujuan memahami makna relasi dalam kehidupan kaum selibat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis terhadap empat partisipan (selibat awam, biarawati, imam, dan frater). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman semi-terstruktur, dianalisis menggunakan analisis tematik, serta diuji keabsahannya melalui member checking. Hasil menunjukkan bahwa relasi dalam kehidupan selibat berkembang melalui proses, tantangan, dan komitmen, serta dipengaruhi konteks sosial budaya. Relasi dimaknai bukan sebagai hubungan romantis, melainkan sebagai relasi universal dan relasi transenden dengan Tuhan yang menjadi sumber identitas dan tujuan hidup, yang diwujudkan dalam pelayanan dan keterbukaan kepada sesama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kehidupan selibat merupakan transformasi orientasi relasi menuju dimensi transenden dan universal. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan partisipan yang lebih beragam untuk memperkaya kajian mengenai dinamika relasi dalam kehidupan selibat.
Celibate life is often understood as the absence of meaningful relationships because it does not involve romantic relationships. This study aims to explore the meaning of relationships in the lives of celibate individuals. The research employed a qualitative approach with a phenomenological design involving four participants (a lay celibate, a nun, a priest, and a seminarian). Data were collected through in-depth interviews using semi-structured interview guidelines, analyzed using thematic analysis, and validated through member checking. The findings show that relationships in celibate life develop through processes, challenges, and commitment, and are influenced by socio-cultural contexts. Relationships are not interpreted as romantic bonds, but rather as universal relationships and transcendent relationships with God, which become the source of identity and life purpose, manifested through service and openness to others. This study concludes that celibate life represents a transformation of relational orientation toward transcendent and universal dimensions. Future research is recommended to involve more diverse participants to enrich the understanding of relational dynamics in celibate life.